Social Icons

Pages

Featured Posts

Pengertian Kernel dan Jenis - Jenisnya

Pengertian Kernel dan Jenis-jenisnya

 

Kernel adalah suatu perangkat lunak yang menjadi bagian utama dari sebuah sistem operasi. Tugasnya melayani bermacam program aplikasi untuk mengakses perangkat keras komputer secara aman.

Karena akses terhadap perangkat keras terbatas, sedangkan ada lebih dari satu program yang harus dilayani dalam waktu yang bersamaan, maka kernel juga bertugas untuk mengatur kapan dan berapa lama suatu program dapat menggunakan satu bagian perangkat keras tersebut. Hal tersebut dinamakan sebagai multiplexing.

Akses kepada perangkat keras secara langsung merupakan masalah yang kompleks, oleh karena itu kernel biasanya mengimplementasikan sekumpulan abstraksi hardware. Abstraksi-abstraksi tersebut merupakan sebuah cara untuk menyembunyikan kompleksitas, dan memungkinkan akses kepada perangkat keras menjadi mudah dan seragam. Sehingga abstraksi pada akhirnya memudahkan pekerjaan programer.

Untuk menjalankan sebuah komputer kita tidak harus menggunakan kernel sistem operasi. Sebuah program dapat saja langsung di- load dan dijalankan diatas mesin 'telanjang' komputer, yaitu jika pembuat program ingin melakukan pekerjaannya tanpa bantuan abstraksi perangkat keras atau bantuan sistem operasi. Teknik ini digunakan oleh komputer generasi awal, sehingga bila kita ingin berpindah dari satu program ke program lain, kita harus mereset dan meload kembali program-program tersebut.

Ada 4 kategori kernel:

1. Mikrokernel


Mikrokernel adalah mengambil pendekatan dengan hanya mengelola yang terpentingnya saja. Yakni : CPU, Memori, dan Inter Process Communication (IPC), Sedangkan yang lainnya hanya dilihat sebagai aksesoris dan diserahkan pada user mode.

Kekurangannya :
- Hardware harus bekerja melalui driver
- Hardware mungkin bereaksi lebih lambat karena driver dalam user mode
-  Proses harus menunngu dalam antrian untuk mendapatkan informasi


Kelebihannya  :
- Portabilitas = Kemampan sebuah program untuk berjalan pada lebih dari satu    jenis sistem komputer tanpa modifikasi
- Kapasitas Hardisk yang kecil
- Kapasitas Memori yang kecil
- Keamanan

2.
Monolitik Kernel


Adalah kebalikan dari mikrokernel karena mereka tidak hanya mencakup CPU, Memori, dan ICP, tetapi mencakup hal-hal seperti driver device, manajemen file sistem, dan panggilan sistem server.

Kekurangannya :
- Kapasitas Hardisk yang besar
- Kapasitas Memori yang lebih besar
- Kurang aman karena semuanya berjalan dalam mode supervisor/pengamat.


Kelebihannya :
- Karena program dapat lebih langsung mengakses ke perangkat keras.
- Lebih mudah bagi pemrosesan untuk berkomunikasi satu sama lain.
- Dan proses lebih cepat karena tidak ada antrian untuk waktu Prosesor.


3. Hybrid Kernel


Memiliki kemampuan untuk memilih dan memilih apa yang ingin mereka jalankan, dalam user mode dan apa yang mereka jalankan dalam mode supervisor.

Kekurangannya :
- Bisa menderita proses antrian yang sama seperti Mikrokernel
- Device Driver harus dikelola oleh pengguna.


Kelebihannya :
- Kapasitas hardisk yang sedang
- Kapasitas memori yang sedang
- Lebih flexible dibandingkan mode lain .
 

4. Exokernel

Kernel yang tidak menyediakan sama sekali abstraksi hardware, tapi ia menyediakan sekumpulan pustaka yang menyediakan fungsi-fungsi akses ke perangkat keras secara langsung atau hampir-hampir langsung.

Dari keempat kategori kernel yang disebutkan diatas, kernel Linux termasuk kategori monolithic kernel. Kernel Linux berbeda dengan sistem Linux. Kernel Linux merupakan sebuah perangkat lunak orisinil yang dibuat oleh komunitas Linux, sedangkan sistem Linux, yang dikenal saat ini, mengandung banyak komponen yang dibuat sendiri atau dipinjam dari proyek pengembangan lain.

Kernel Linux pertama yang dipublikasikan adalah versi 0.01, pada tanggal 14 Maret 1991. Sistem berkas yang didukung hanya sistem berkas Minix. Kernel pertama dibuat berdasarkan kerangka Minix (sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andy Tanenbaum). Tetapi, kernel tersebut sudah mengimplementasi proses UNIX secara tepat.

Pada tanggal 14 Maret 1994 dirilis versi 1.0, yang merupakan tonggak sejarah Linux. Versi ini adalah kulminasi dari tiga tahun perkembangan yang cepat dari kernel Linux. Fitur baru terbesar yang disediakan adalah jaringan. Versi 1.0 mampu mendukung protokol standar jaringan TCP/IP. Kernel 1.0 juga memiliki sistem berkas yang lebih baik tanpa batasan-batasan sistem berkas Minix. Sejumlah dukungan perangkat keras ekstra juga dimasukkan ke dalam rilis ini. Dukungan perangkat keras telah berkembang termasuk diantaranya floppy-disk, CD-ROM, sound card, berbagai mouse, dan keyboard internasional. Dukungan juga diberikan terhadap modul kernel yang loadable dan unloadable secara dinamis.

Satu tahun kemudian dirilis kernel versi 1.2. Kernel ini mendukung variasi perangkat keras yang lebih luas. Pengembang telah memperbaharui networking stack untuk menyediakan support bagi protokol IPX, dan membuat implementasi IP lebih lengkap dengan memberikan fungsi accounting dan firewalling. Kernel 1.2 ini merupakan kernel Linux terakhir yang PC-only. Konsentrasi lebih diberikan pada dukungan perangkat keras dan memperbanyak implementasi lengkap pada fungsi-fungsi yang ada.

Pada bulan Juni 1996, kernel Linux 2.0 dirilis. Versi ini memiliki dua kemampuan baru yang penting, yaitu dukungan terhadap multiple architecture dan multiprocessor architectures. Kode untuk manajemen memori telah diperbaiki sehingga kinerja sistem berkas dan memori virtual meningkat. Untuk pertama kalinya, file system caching dikembangkan ke networked file systems, juga sudah didukung writable memory mapped regions. Kernel 2.0 sudah memberikan kinerja TCP/IP yang lebih baik, ditambah dengan sejumlah protokol jaringan baru. Kemampuan untuk memakai remote netware dan SMB (Microsoft LanManager) network volumes juga telah ditambahkan pada versi terbaru ini. Tambahan lain adalah dukungan internal kernel threads, penanganan dependencies antara modul-modul loadable, dan loading otomatis modul berdasarkan permintaan (on demand). Konfigurasi dinamis dari kernel pada run time telah diperbaiki melalui konfigurasi interface yang baru dan standar.

Semenjak Desember 2003, telah diluncurkan Kernel versi 2.6, yang dewasa ini (2008) telah mencapai patch versi 2.6.26.1 ( http://kambing.ui.edu/kernel-linux/v2.6/). Hal-hal yang berubah dari versi 2.6 ini ialah:

* Subitem M/K yang dipercanggih.

* Kernel yang pre-emptif.

* Penjadwalan Proses yang dipercanggih.

* Threading yang dipercanggih.

* Implementasi ALSA (Advanced Linux Sound Architecture) dalam kernel.

* Dukungan sistem berkas seperti: ext2, ext3, reiserfs, adfs, amiga ffs, apple macintosh hfs, cramfs, jfs, iso9660, minix, msdos, bfs, free vxfs, os/2 hpfs, qnx4fs, romfs, sysvfs, udf, ufs, vfat, xfs, BeOS befs (ro), ntfs (ro), efs (ro).

Distro Linux Untuk Pemula

Distro Linux Untuk Pemula

Linux mempunyai berbagai jenis distro yang memiliki ciri khas masing-masing. Bagi pemula atau pendatang baru di Linux sering kali kebingungan memilih distro apa yang harus di pakai. Berikut distro linux yang biasanya digunakan untuk pendatang baru di linux

1.Ubuntu

Siapa yang tidak kenal dengan distro yang satu ini. Distro linux yang sangat populer untuk kalangan pengguna desktop personal. Sifatnya yang stabil dan banyak dukungan software menjadikan Ubuntu menjadi salah satu distro linux paling populer diantara yang lainnya. Bagi pengguna awam distro linux ini cocok karena pengoperasiannya yang mudah. Ditambah Pergantian desktop Ubuntu ke Unity menambah tampilan visual yang mengagumkan. Hal yang patut untuk dibanggakan dari ubuntu adalah repositori software yang sangat banyak, dukungan komunitas ubuntu yang tinggi serta kompatibilitas driver untuk berbagai macam hardware komputer.
ubuntu distro linux terbaik

2.Linux Mint

Linux Mint menjadi distro yang paling banyak diminati juga saat ini. Di samping tampilannya mirip dengan windows dengan status bar di bawah dan interface lainnya yang memukau distro ini juga punya banyak komunitas dan dukungan software dan hardware yang banyak pula.
Tampilannya yang sederhana dan familiar dengan user windows membuat user mudah untuk menyesuaikan diri dengan linux mint ini. Program default instalasinya juga sudah sangat banyak diinstall termasuk untuk Office, Internet, Chatting, Desktop Visual,dll
linux mint distro linux terbaik

3.Fedora

Distro linux yang satu ini memang pertama kali di publish ke publik tahun 1995. walaupun sudah lumayan lama dirilis tetapi popularitasnya baru mulai menanjak di tahun 2004.
fedora distro linux terbaik

4.OpenSuse

(Software und System Entwicklung). Bagi pecinta teknologi windows dan ingin mengimplementasikannya di linux openSuse patut menjadi pilihan anda. Framework Mono dan Yast merupakan nilai tambah dari openSuse ini. Framework mono adalah penerapan teknologi .NET milik microsoft di linux. Sehingga bagi para developer .NET yang sudah membuat program dan ingin menjalankan aplikasinya di linux patut mencoba distro ini.
Yast merupakan sistem administrasi di linux yang memudahkan administrator untuk mempermudah berbagai perintah  yang biasanya rumit untuk dilakukan menjadi interface yang mudah hanya dengen klik saja.
open suse distro linux terbaik

4.Debian

Debian merupakan distro yang populer dan diturunkan ke berbagai distro populer seperti Linux Mint, Ubuntu,PCLinuxOS dll. Debian juga mendukung berbagai macam arsitektur processor dil luar Intel seperti ARM,MIPS, PowerPC, s390,HP-PA, dll. dengan adanya dukungan dengan platform yang lain memudahkan dalam penggunaan platform OS yang sama di lingkungan hardware yang berbeda.
debian distro linux terbaik

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Linux

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Linux 

 

 

logo linux


Sebagai sebuah sistem operasi pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut Kelebihan dan Kekurangan Sistem Operasi Linux.


Kelebihan Linux:
  • Bersifat open source, bebas dan terbuka. sehingga tidak perlu biaya untuk mendapatkannya. LISENSI FREE  dan boleh di utak atik semaunya.
  • Linux sekarang sudah mudah untuk di operasikan. Dulu pengguna linux identik dengan para hacker, tapi sekarang orang awam pun sudah banyak yang menggunakannya.
  • Hampir semua aplikasi yang biasa dijalankan di windows, sudah ada aplikasi linux-nya yang dikembangkan oleh komunitas linux atau bisa juga menggunakan software emulator.
  • Memiliki pengamanan yang lebih unggul karena di desain multiuser sehingga apabila virus menyerang user tertentu, akan sangat sulit menyebar ke user lainnya.
  • Cocok untuk PC yang memiliki spesifikasi minimum karena linux membutuhkan resource yang lebih kecil dibandingkan Windows.
  • Linux dapat berjalan di dua mode.
  • Jarang terjadi crash yang mengharuskan kita untuk me-restart komputer, karena linux lebih stabil.
  • Memiliki banyak komunitas di berbagai penjuru dunia.
  • Terdapat beragam pilihan distro linux. Seperti Ubuntu, Fedora, Debian, Centos, RedHat, Opensuse, Mandriva, Suse, Backtrack, Kali Linux, Linux Mint dan sebagainya.
  • Linux bisa dimodifikasi sesuai keinginan pengguna.

Kekurangan Linux:
  • Banyak user yang belum terbiasa menggunakan linux.
  • Dukungan hardware dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada linux. Kalau ingin melihat daftar hardware yang mendukung linux silahkan dilihat di www.linux-drivers.org atau www.linuxhardware.org/.
  • Proses instalasinya tidak semudah instalasi di windows.
  • Aplikasi di linux belum senyaman aplikasi windows.
  • Struktur direktori dan hak akses yang membingungkan bagi user yang terbiasa menggunakan windows.


Apa Linux itu?

Assalammualaikum wr.wb


Kali ini saya akan membahas Apa Itu Linux. Linux adalah sistem operasi yang berevolusi dari sebuah kernel yang diciptakan oleh Linus Torvalds ketika dia masih menjadi mahasiswa di Universitas Helsinki. Pada umumnya, penjelasan seperti ini sudah jelas bagi kebanyakan orang tentang apa itu Linux. Linux adalah suatu sistem operasi  yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk sistem operasi lain, seperti Windows, Mac OS, MS-DOS, Solaris, dan lain-lain. Linux bukanlah sebuah program seperti pengolah kata dan bukan juga merupakan seperangkat program seperti office suite dan lain-lain. Linux adalah sebuah antarmuka antara komputer / hardware server, dan program-program yang bekerja pada Linux.

Ketika Linus Torvalds sedang belajar di University of Helsinki, beliau menggunakan versi dari sistem operasi UNIX yang disebut 'Minix'. Linus dan pengguna lain mengirim permintaan modifikasi dan perbaikan pencipta Minix, Andrew Tanenbaum, tetapi ia merasa bahwa mereka tidak perlu melakukannya. Saat itulah Linus memutuskan untuk membuat sistem operasi sendiri yang akan memperhitungkan komentar dan saran pengguna untuk perbaikan.

Linux


Filosofi meminta komentar dan saran pengguna, dan menggunakannya untuk meningkatkan program komputer itu bukan hal baru. Richard Stallman, yang bekerja di Massachusetts Institute of Technology, telah menganjurkan seperti itu untuk pendekatan pemrograman komputer dan digunakan sejak tahun 1970-an. Dia adalah seorang pionir dalam konsep 'perangkat lunak bebas', selalu menunjukkan bahwa 'kebebasan'  bukan berartu nol biaya. Kesulitan untuk terus bekerja di bawah kondisi tersebut, ia merasa bertentangan dengan konsep 'perangkat lunak bebas', ia meninggalkan MIT pada tahun 1984 dan mendirikan GNU. Tujuan dari GNU adalah untuk menghasilkan perangkat lunak yang bebas untuk digunakan, didistribusikan dan dimodifikasi. Tujuan Linus Torvalds 6 tahun kemudian pada dasarnya sama: untuk menghasilkan sebuah sistem operasi yang mempertimbangkan umpan balik (Feedback) dari pengguna.

Linux





Wassalammualaikum wr. wb.


Helo

Salam Kenal
Salam kenal teman-teman, semoga blog-ku bermanfaat.